Selasa, 03 Juli 2012

Laporan Fisiologi Tumbuhan : PLASMOLISIS

A.    JUDUL
Plasmolisis Tumbuhan Rhoeo discolor

B.     TUJUAN
1.      Mengamati peristiwa plasmolisis pada sel daun Rhoeo discolor
2.      Mengamati gejala osmosis; dan
3.      Melatih dalam penggunaan mikroskop.

C.    TINJAUAN TEORI
Dinding sel merupakan bagian terluar sel tumbuhan. Adanya dinding membedakan sel tumbuhan dari sel hewan. Dinding sel telah banyak diteliti karena kepentingannya dari segi biologi maupun komorsial. Informasi itu ditunjang oleh penelitian dari segi kimia, biokimia, fisika, dan morfologi.
Dinding sel dibentuk oleh diktiosom, dinding sel ini bersifat kaku dan tersusun atas polisakarida. Polisakarida ini tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel bersama-sama dengan vakuola berperan dalam turgiditas sel atau kekakuan sel.
Membran makhluk hidup khususnya plasmalema (periplas/ektoplas), tonoplas yang menyelubungi vakuola mempunyai sifat permeable diferensial (selektif permeabel). Selektif peremabel adalah suatu membran yang dapat dilewati air, sedangkan molekul zat terlarut dapat lewat tetapi kecepatannya lebih rendah dari molekul air.
Semi permeabel adalah suatu membran yang tidak dapat dilewati molekul zat-zat terlarut (solute) sedangkan zat pelarut (solvent) dapat lewat.
Osmosis adalah difusi air melewati membran permeabel diferensial dari daerah berpotensi tinggi menuju daerah berpotensi rendah. Pergerakan air dari larutan hipotonik kelarutan hipertonik melalui membran atau pergerakan air dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan yang konsentrasinya tinggi melalui membran.
Plasmolisis adalah peristiwa mengkerutnya sitoplasma dan lepasnya membran plasma dari dinding sel tumbuhan dari dinding sel jika sel dimasukan kedalam larutan hipertonik. Plasmolisis juga merupakan suatu proses yang secara nyata bisa menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat, artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel dan bisa masuk melalui membran. Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam, ternyata sungguh dinamis dengan lingkungannya, jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk. Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis/seimbang. Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel dipaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar, jika terjadi demikian maka terjadilah lisis/plasmolisis yang membawa sel itu mati.
Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable, yang akan dibahas dengan contoh pada daun Rhoeo discolor.

D.    ALAT DAN BAHAN
1.      Daun Rhoeo discolor
2.      Mikroskop
3.      Larutan NaCl 5%
4.      Aquades
5.      Gilet (Silet)
6.      Gelas Objek
7.      Cover Glas
8.      Kertas Isap
9.      Pipet
10.  Kamera
                              
E.     CARA KERJA
1.      Pengamatan daun Rhoeo discolor dengan menggunakan air
a.       Menyiapkan daun Rhoeo discolor, kemudian menyayatnya secara membujur
b.      Menetesi air ± 1 tetes dari pipet pada glas objek
c.       Meletakan sayatan daun yang telah disayat tadi ke dalam gelas objek yang telah ditetesi air.
d.      Tutup gelas objek tersebut dengan cover gelas
e.       Amati di mikroskop
f.       Photo hasil pengamatan tersebut sebagai perbandingan
2.      Pengamatan daun Rhoeo discolor dengan menggunakan NaCl
a.       Kemudian preparat yang telah diamati pada pengamatan daun Rhoeo discolor dengan menggunakan air tadi, ditetesi dengan larutan NaCl 5% pada sebelah kirinya.
b.      Menyiapkan kertas isap, kemudian meletakannya pada bagian sebelah kanan preparat.
c.       Amati perubahan yang terjadi.
d.      Photo hasil pengamatan tersebut sebagai perbandingan.

F.     HASIL PENGAMATAN

No
Gambar
Keterangan



Gambar 1




Gambar 2



Gambar 3



 Gambar 4


Gambar 1
Merupakan hasil pengamatan pada sel daun Rhoeo discolor yang menggunakan media air dalam preparatnya. Dengan mengamati menggunakan mikroskop cahaya.







Gambar 2
Sel yang masih utuh, belum mengalami Plasmolisis









Gambar 3
Merupakan hasil pengamatan pada sel daun Rhoeo discolor yang sudah mengalami proses peristiwa plasmolisis setelah di tetesi larutas NaCl 5%







Gambar 4
Pada gambar tersebut dinding sel telah mengalami plasmolisis sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable, Sel tersebut kehilangan air lebih banyak yang akan menyebabkan terjadinya plasmolisis.


G.    PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktik plasmolisis, sel pada daun Rhoeo discolor yang telah ditetesi larutan NaCl 5% mengalami plasmolisis. Hal ini dikarenakan sel pada daun Rhoeo discolor diletakan pada larutan garan terkonsentrasi (Hipertonik) dan menyebabkan sel tersebut akan kehilangan air dan juga tekanan turgor yang menyebabkan tumbuhan tersebut lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti itu akan layu dan akan lebih banyak kehilangan air yang menyebabkan terjadinya plasmolisis.
Tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis runtuhnya seluruh dinding sel terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik.
Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis.
Dua faktor penting yang mempengaruhi osmosis adalah:
1. Kadar air dan materi terlarut yang ada di dalam sel.
2. Kadar air dan materi terlarut yang ada di luar sel.
Osmosis adalah gerakan suatu materi, misalnya air melintasi suatu selaput atau membran. Air selalu bergerak melewati membran ke arah sisi yang mangandung jumlah materi terlarut paling banyak dan kadar air paling sedikit.
Dalam percobaan ini, materi terlarut adalah garam. Garam dan air adalah dua dari bahan-bahan kimia yang ada pada Rhoeo discolor.
Difusi dan Osmosis
a.  Difusi
 Difusi adalah pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah
b. Osmosis
Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan.
Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran. Osmosis dapat dicegah dengan menggunakan tekanan.
Oleh karena itu, ahli fisiologi tanaman lebih suka menggunakan istilah potensial osmotik yakni tekanan yang diperlukan untuk mencegah osmosis.
Jika diamati dengan cermat pada mikroskop maka vakuola sel-sel Rhoeo discolor tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis.

H.    JAWABAN PERTANYAAN
1) Dalam kenyataan sehari-hari kita dapat melihat tanaman yang layu, kenapa demikian?
Jawaban:
Banyak faktor yang dapat menyebabkan tanaman layu.
1.      Tanaman layu bisa terjadi jika Sel tumbuhan dalam kondisi lingkungan yang berbeda, sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis. tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis runtuhnya seluruh dinding sel terjadi, dan kemungkinan besar layu tanaman tersebut.
2.      Layu yang disebabkan oleh bakteri-bakteri tertentu yang menyerang suatu tanaman tertentu.
3.      Tanaman layu bisa disebabkan kurangnya cairan sehingga terjadi transpirasi pada proses fotosintesis.

2)      Apa yang dimaksud dengan defisit tekanan difusi?
Jawaban:
Molekul air dan zat terlarut yang berada dalam sel selalu bergerak. Oleh karena itu terjadi perpindahan terus-menerus dari molekul air, dari satu bagian ke bagian yang lain. Perpindahan molekul-molekul itu dpat ditinjau dari dua sudut. Pertama dari sudut sumber dan dari sudut tujuan. Dari sudut sumber dikatakan bahwa terdapat suatu tekanan yang menyebabkan molekul-molekul menyebar ke seluruh jaringan. Tekanan ini disebut dengan tekanan difusi. Dari sudut tujuan dapat dikatakan bahwa ada sesuatu kekurangan/deficit akan molekul-molekul. Hal ini dibandingkan dengan istilah daerah surplus molekul dan minus molekul. Sumber tersebut adanya tekanan difusi positif dan ditinjau adanya tekanan difusi negatif. Istilah tekanan difusi negatif dapat ditukar dengan kekurangan tekanan difusi atau deficit tekanan difusi yang disingkat dengan DTD.

3)      Apa yang akan terjadi dengan sel dalam keadaan tugor penuh?
Jawaban:
Masuknya air ke dalam sel yang menyebabkan tekanan terhadap dinding sel sehingga dinding sel meregang. Hal ini akan menyebabkan timbulnya tekanan hidrostatik untuk melawan aliran air tersebut. Tekanan hidrostatik dalam sel disebut tekanan turgor. Tekanan turgor yang berkembang melawan dinding sebagai hasil masuknya air ke dalam vakuola sel disebut potensial tekanan. Tekanan turgor penting bagi sel karena dapat menyebabkan sel dan jaringan yang disusunnya menjadi kaku. Potensial air suatu sel tumbuhan secara esensial merupakan kombinasi potensial osmotic dengan potensial tekanannya. Jika dua sel yang bersebelahan mempunyai potensial air yang berbeda, maka air akan bergerak dari sel yang mempunyai potensial air tinggi menuju ke sel yang mempunyai potensial air rendah.

I.       KESIMPULAN
Plasmolisis adalah suatu proses yang menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat, artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel dan bisa masuk melalui membrannya. Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam, jika memerlukan suatu materi dari luar maka sel tersebut harus mengambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk. Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah mengaturnya sel tersebut bisa mencapai homeostatis / seimbang. Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem yang menyebabkan semua isi sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar, jika terjadi demikian maka terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu layu malah menyebabkan mati.

J.      DAFTAR PUSTAKA
. . Pokok Bahasan Fisiologi Tumbuhan. :

Aadesanjaya. (2010). Fisiologi Tumbuhan. Tersedia: http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/06/fisiologi-tumbuhan.html  [1 Oktober 2011]

Faperta UGM. (2009). Difusi Osmosis. [Online]. Tersedia: http://www.faperta.ugm.ac.id/buper/download/kuliah/pertemuan%202%20(difusi%20dan%20osmosis).ppt
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Penerbit ITB Bandung
Wikipedia. (2010). Plasmolisis. [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/plasmolisis?wasRedirected=true. [1 Oktober 2011].


Perikehidupan Kacang Panjang (Vigna cylindrica)

PERIKEHIDUPAN
Vigna cylindrica

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Botani Phanerogamae



Kacang panjang ( Vigna cylindrica ) merupakan salah satu jenis sayuran yang tergolong dalam famili fabaceae yang banyak disukai oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena selain rasanya enak, tanaman ini juga mengandung gizi yang tinggi, baik polong muda, daun muda, dan bijinya. Selain itu, tanaman ini dapat dikonsumsi sebagai lalab baik dalam keadaan segar atau dimasak, atau dibuat sayur. Tanaman ini banyak di tanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di dataran tinggi namun ketika di dataran tinggi pertumbuhannya akan lambat dan berbuah kurang baik

Kacang panjang lebih menyukai sinar matahari penuh, hal ini berarti tanaman harus dilakukan ditempat terbuka. Menenamnyapun memerlukan tanah yang gembur dan kaya akan bahan organik.
Pertumbuhan tanaman kacang panjang dapat juga terserang penyakit atau hama berikut merupakan hama-hama yang umumnya menyerang atau merusak tanaman kacang panjang
1.        Ulat penggerek polong
Pada polong-polong muda terdapat lubang-lubang gerakan berkas ulat.


2.        Kutu daun


3.        Ulat tanah Agrotis
4.        Bercak daun  Carcospora
Pada daun terdapat bercak-bercak bundar sampai bersudut, berwarna abu-abu dibagian tengahnya dan dikelilingi oleh pinggiran yang berwarna kemerah-merahan. Polong juga dapat terserang oleh penyakit cendawan Cercorspora.
5.        Penyakit sapu
Penyakit sapu ini disebabkan oleh virus. Tanaman yang sakit oleh virus ( Cowpea Witches Broom Virus ) akan menunjukan gejala pertumbuhan yang terlambat dan ukuran daunnya kecil. Ruas-ruas batang atau cabang sangat pendek dan disertai dengan pertumbuhan tunas yang berlebihan dari biasanya. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kutu daun.
6.        Penyakit virus mosaik
Pada daun terdapat gejala mosaik atau berwarna belang hijau pucat sampai kuning. Selain itu pada daun-daun yang bergejala tersebut menunjukan adanya jaringan laut yang melupuh yang berwarna hijau tua. Penyakit ini dapat ditularkan secara mekanik, melalui biji dari tanaman sakit dan kutu daun.
7.        Busuk polong
Cenadawan Collectotrichum ini banyak menyerang banyak polong bila kelembaban tinggi. Pada polong terdapat bercak-bercak berwarna coklat atau hitam.

Habitus
Vigna cylindrica merupakan tanaman semusim (annual) yang berbentuk perdu dan mempunyai ketinggian kira-kira 1-2 m.


Akar
Sistem perakaran Vigna cylindrica merupakan sistem perakaran serabut ( radix adventica )



Batang
Batang herbaceus dengan arah tumbuh batang merambat dengan bantuan sulur batang yang berbentuk bulat (teres), permukaan batangnya beralur, pola percabangannya monopodial.



Daun
Merupakan daun majemuk menyirip menjari yang trifoliolatus, daunnya terdiri dari anak helai daun dan petiolus. Terdapat stipula di ketiak daunnya.



Bunga
Bunga majemuk dengan karangan racemosa, bentuknya kupu-kupu, kelamin bunga bisexualis, perhiasan bunga terdiri dari 5 calyx gamosepalus yang persisten, 5 corolla yang lepas terdiri dari 1 vexilum, 2 ala, 2 carina. Vigna cylindrica mempunyai 10 stamen yang diadelphus yakni 9 stamen bersatu, 1 stamen lepas. Bunga ini juga mempunyai 1 pistilum yang terdiri dari stylus, stigma, dan ovarium. Letak ovariumnya superum yang terdiri dari 1 carpelum,1 loculus, letak ovulumnya axilaris.



Buah
Buah dari Vigna cylindrica merupakan buah polong-polongan (legumen). Bagian luar dari buah yang biasa dimakan merupakan carpelumnya, bijinya mempunyai permukaan yang rata dan dapat digunakan sebagai alat perbanyakan tanaman secara generatif.





BAB II
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

            Dalam melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman ini, maka dilakukan perbanyakan secara generatif (menggunakan biji). Biji yang bermutu diharuskan memenuhi syarat. Diantaranya adalah berasal dari buah yang sudah matang (tua) dan dalam keadaan normal dan sehat. Waktu penanaman yang baik biasanya pada musim kemarau. Pertumbuhan Vigna cilindryca dimulai sejak biji disemaikan di media tanah.
Hasil pengamatannya adalah sebagai berikut:
Minggu Pertama
            Keadaan biji yang disemai pada hari ke-2 sudah menunjukkan adanya pertumbuhan yakni dengan munculnya tunas.
Minggu kedua
            Tunas sudah tumbuh menjadi tanaman dengan tinggi kira-kira mencapai 10cm. Sudah terdapat daun, duduk daun awalnya berhadapan.

Minggu ketiga
            Batangnya sudah merambat dan karangan daunnya berubah menjadi daun majemuk. Terdapat kuncup-kuncup bakal daun di ujung batangnya.
Minggu keempat
            Belum ada perubahan yang menunjukkan adanya bunga, tapi pada minggu ini tanaman semakin tumbuh tinggi. Pertumbuhannya semakin berkembang pesat dalam  selang waktu 1 bulan.
Minggu kelima- kedelapan
            Tumbuhan semakin tinggi dan mulai berbunga yang nantinya akan berubah menjadi buah.
Minggu kesembilan
            Pada minggu ini bunga tumbuh menjadi buah setelah mengalami proses penyerbukan, buahnya berbentuk bulat dan panjang, buah muda mempunyai permukaan yang rata sedangkan buah yang masak permukaannya mengikuti bentuk biji di dalamnya.
Minggu kesepuluh
            Buahnya matang dan mulai mengering.


KEGUNAAN

 

Kacang panjang atau vigna sinensis, mudah ditemukan di ladang, di kebun, pekarangan rumah, di sawah atau sebagai selingan tanaman palawija lainnya. Perawatan yang gampang, menjadikan tumbuhan yang satu ini mudah ditanam. Pada kacang panjang yang masih muda bila dimakan terasa renyah dan enak dilalap mentah.
Manfaatnya mengandung betakaroten, klorofil, vitamin B1 dan B2, serat serta pektin. Sayuran ini berguna untuk mengendalikan kadar gula darah, mengatasi hipertensi, memperkecil resiko stroke dan serangan jantung, meningkatkan fungsi organ pencernaan, menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi sembelit. Juga memiliki sifat diuretic (peluruh kencing) tingkat sedang.
Di beberapa negara, kacang panjang digunakan untuk mengobati rematik, arthritis, dan gangguan saluran kemih. Sayuran ini berkhasiat untuk menjaga kulit dari gangguan jerawat, membantu pemulihan luka bakar, peluruh air seni, mengatasi diare, eksim, gangguan ginjal, gatal-gatal, dll.
Kandungan Gizi Vitamin A, B1, B2 dan C, protein, tiamin, riboflavin, fosfor, zat besi, potassium folat, magnesium, mangan, kalori, sodium, karbohidrat, kalsium.
Sementara yang takut kanker payudara dan leukimia, ia ternyata menyimpan zat antikanker. Selain itu, ia juga antioksidan, antivirus, antibakteri, gangguan saluran kencing, dan meningkatkan fungsi limpa. Tentunya yang lebih penting lagi, dapat meningkatkan fungsi sel darah merah, menyembuhkan beri-beri, demam berdarah, mengatasi sakit pinggang, dan kurang darah.
Tidak hanya buah, yang bisa memberikan manfaat. Daun kacang panjang, ternyata juga memberikan banyak khasiat. Di mana untuk meluruhkan air seni, bisa diambil 50 gram daun segar kacang panjang. Bahan-bahan itu kemudian dicuci bersih. Kemudian direbus dengan dua gelas air sekitar 30 menit. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
Selain itu juga kacang panjang dapat digunakan sebagai pengobatan untuk :


1.        Pembengkakan
Untuk mengobati pembengkakan dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.         200 gram kacang panjang
b.         20 gram bawang putih
c.         Gula merah secukupnya
d.        Semua bahan tersebut dimasak menjadi sup dan dimakan secara teratur.
2.        Peluruh kencing
Untuk mengobati peluruh kencing dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.         150 gram seluruh bagian tumbuhan kacang panjang
b.         30 gram kulit semangka
c.         Direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc saring airnya dan diminum.
3.        Sakit pinggang
Untuk mengobati sakit pinggang dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.       200 gram biji kacang panjang
b.      20 gram jahe merah
c.       25 gram kencur
d.      Direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc saring airnya dan diminum.
4.      Meningkatkan stamina, cepat lelah
Resep pengobatannya sebagai berikut :
a.       100 gr kacang panjang
b.      5 buah angco dibuang bijinya
c.       25 gram kencur
d.      Direbus dengan air 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring lalu tambahkan madu secukupnya, airnya diminum, angco dan kacang panjangnya dimakan.
5.      Batu ginjal
Untuk mengobati batu ginjal dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.       200 gram kacang panjang
b.      200 gram asparagus
c.       Diblender dengan air secukupnya hingga tertampung 200 cc lalu direbus hingga mendidih dan airnya diminum hangat -hangat.
6.      Kurang darah (anemia)
Untuk mengobati kurang darah dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.         200 gram kacang panjang
b.         100 gram anggur
c.         hati ayam secukupnya
d.        Dimasak sesuai selera, dimakan secara teratur.
7.      Menambah nafsu makan
Untuk menambah nafsu makan dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.       100 gram kacang panjang
b.      40 gram temulawak
c.       3 buah kiam boi/sun boi
d.      Direbus dengan air secukupnya, saring lalu airnya ditambakan madu secukupnya dan diminum.
8.      Sembelit
Untuk mengobati sembelit dengan menggunakan kacang panjang maka resep pengobatannya sebagai berikut :
a.       200 gram kacang panjang
b.      100 gram daun ubi jalar
c.       Dimasak sesuai selera dimakan secara teratur.
9.        Antikanker
Untuk mencegah kanker dengan menggunakan kacang panjang maka esep pengobatannya sebagai berikut :
a.       Kacang panjang secukupnya
b.      Buncis secukupnya
c.       Brokoli secukupnya
d.      Wortel secukupnya
e.       Dimasak menjadi tumisan dengan ditambah bumbu-bumbu hingga matang, dimakan secara teratur.




Perikehidupan ini disusun oleh : 
Aas Setiawati , Nopi Handayani dkk.



DAFTAR PUSTAKA

Aak. (1992). Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Kanisius :
Yogyakarta.
Kacang panjang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas.html. (Dikutip pada 30 Mei 2011 jam 13.20 WIB)
Sutarya, Rakhmat, dkk. (1995). Pedoman Bertanam Sayuran
Dataran rendah. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.